Kapan Saya Bahagia? Mengapa Ini Terjadi? Apa Salah Saya?

kapan aku bahagia

Masalah yang dihadapi manusia silih berganti berdatangan. Baru saja selesai 1 kesusahan, datang lagi kesusahan yang tidak kalah merepotkan.

Problem demi problem seolah tak kunjung hilang. Semakin kesini, justeru bertambah besar. Sehingga timbul pertanyaan dalam hati, kapan saya bahagia?

Kunci mendapatkan bahagia adalah disaat kita sudah tidak menjadikan faktor eksternal di luar kita sebagai penyebab rasa bahagia.

Anggap saja, bahagia itu tidak tergantung pada lingkungan sekitarmu. Mau sejelek apapun sikap orang lain, biarkan saja. Mau bagaimanapun nasib hidup kita, anggap itu seperti angin lalu.

Itulah mengapa ada hadist Nabi Muhammad bersabda:
“Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kapan Saya Bahagia? Ini 3 Faktor Penyebab Bahagia

kapan saya bahagia

  • Bersyukur ketika diberi nikmat

Ini adalah penyebab umum kebahagian, yaitu saat mendapatkan kelebihan atau kesenangan. Bisa berupa harta yang berlebih, menikah, memiliki momongan, atau mendapatkan perhatian dari orang lain.

Semua kebahagian tidak melulu karena faktor ini, karena kalau bahagia cuma disebabkan faktor ini, maka hampir semua manusia bisa dikategorikan tidak bahagia.

Itulah mengapa Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS Ibrahim ayat 7)

Ketika mendapatkan kenikmatan ini, perlu kita ingat-ingat dan resapi. Jadikan pengalaman berharga, bukan barang yang kita peroleh, tapi ingatlah sensasi ketika mendapatkan pengalaman mengesankan ini. Ini penting, karea itu ingat-ingatlah ini ketika merasa tidak bahagia.

  • Bersabar ketika ditimpa musibah (cobaan)

Ada pula kondisi disaat kita tidak mendaptkan nikmat, bisa nasib yang tidak baik, kalah dalam kompetisi, kurang fokus dalam melakukan pekerjaan, atau mendapatkan perilaku yang kurang berkenan dari orang lain.

Hindari membandingkan keadaan diri dengan kondisi orang lain, tidak bersyukur seperti ini hanya akan membuat hati merasa kurang dan menjadikan hati merasa tidak bahagia.

Ketika mendapatkan kekurangan seperti ini, ingat-ingat firman-Nya sbb:

Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl: 97)

Dengan bersabar, kita belajar mencintai diri sendiri. Karena bersabar akan melatih diri merasa nyaman, secara fisik maupun emosional. Terima keadaan apapun yang ditakdirkan Allah kepada diri kita, apapun kondisinya.

  • Kapan aku bahagia? Saat bertaubat jika berdosa

Ketika melakukan kesalahan yang fatal, perasaan sedih adalah hal yang wajar. Tetapi sikap sedih saja tidak cukup, kita perlu memohon ampun kepada Allah, bertaubat serta jika berhubungan dengan orang lain, meminta maaf lah.

Kesedihan itu tidak boleh berlarut-larut, segera tatap masa depan. Salah ya taubat, selesai. Habis itu segera beraktivitas normal.

Ingat-ingatlah kesan dan pengalaman ketika di masa lalu memperoleh kesenangan, ketika memperoleh barang, ingat pengalaman dan sensasi ketika dapat. Ini akan membuat Anda nyaman dan segera loncat ke posisi normal.

Segera lakukan perubahan, cintailah setiap perubahan yang terjadi. Ingatlah dunia ini fana, jangan menentang ketidakadilan, dunia sementara, akhirat selamanya.

Jangan merasa menjadi korban dari orang lain, berkeluh-kesah. Apalagi sampai membeci orang lain, berhati-hatilah jangan sampai mudah tersinggung. Semua itu bisa jadi hanya anggapan salahmu, stay positive thingking.

Karena hidup itu sederhana, sesederhana yang ada di fikiran kamu. Letak kebahagiaan itu ada di hati kita sendiri, kalau kamu merasa detik ini bahagia, ya kamu bahagia. Bahagia itu sederhana.

Cara Hemat Membelanjakan Uang Jajan di Masa Pandemi

langkah langkah cara hemat dalam membelanjakan uang jajan

Pusing memikirkan pengeluaran yang terus-menerus menggerogoti uang saku. Sampai bingun harus bayar ini itu, tetapi dompet kering. Cara ini bisa menebalkan isi dompetmu, meskipun kiriman orang tua sering telat.

Pandemi Corona masih berlangsung, setidaknya sampai artikel capitantifus.com ini di publish. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan virus ini akan berakhir.

Sementara uang tetap harus dikeluarkan untuk membiayai kebutuhan hidup. Beban keuangan tidak kenal pandemi, tidak mengenal kiriman seret, tidak mengenal orang tua kita terdampak atau tidak. Cicilan tetap harus dibayar.

Berikut ini tips pribadi Capitantifus untuk menekan pengeluaran, ya minimal membuat uang tetap exist di dompetmu.

5 Tips Efektif Cara Hemat Membelanjakan Uang Jajan

  1. Buatlah list semua belanjaanmu. Bisa ditulis manual ke dalam buku catatan, atau kamu juga bisa menulis di handphone atau laptop. Tulis lengkap sedetail-detailnya, jangan sampai terlewat. Tulis juga kisaran nominalnya berapa, gak usah terlalu persis gak papa kalo nominalnya, yang penting jenis pengeluarannya yang lengkap tanpa tercecer.
  2. Pilah-pilah belanjaanmu menjadi 2 (dua) macam, yaitu: barang yang diinginkan dan barang yang dibutuhkan. Bisa dengan cara memberikan ceklist, misal berbentuk tabel. Atau cukup ditulis disampingnya, ini sangat diinginkan, yang ini sangat dibutuhkan, dan seterusnya sampai semua list no 1 (satu) diatas sudah diberi catatan,
  3. Kategorikan biaya pengeluaranmu menjadi 2 (dua) juga, yaitu: sangat mendesak dan tidak mendesak. Kemudian berikan catatan list no 1 (satu) tadi menjadi dua juga, barang yang sangat mendesak atau barang tidak mendesak. Lakukan sampai semua list selesai diberi catatan.
  4. Kategorikan masing-masing belanjaan uang jajan ke dalam 4 bagian. Yaitu ke dalam quadrant matrix mengelola keuangan seperti gambar berikut.

cara hemat membelanjakan uang jajan

Contoh Langkah-langkah Cara Hemat dalam Membelanjakan Uang Jajan

Dengan tips diatas sekarang Anda tahu bahwa, beli barang yang lagi diskon terbatas padahal Anda tidak butuh-butuh amat, ini wajib Anda tinggalkan. Sebaiknya, hentikan melihat barang-barang ini. Karena hanya akan menguras uang sakumu.

Sebaliknya, ternyata prioritas pertama adalah membayar biaya wajib bulanan seperti uang SPP dan cicilan hutang, ini contoh langkahnya, karena termasuk yang harus dibayar sesegera mungkin. Kalau menurut Capitantifus.com sih, setelah dapat transferan dari orang tua, langsung bayar aja ini mah.

langkah langkah cara hemat dalam membelanjakan uang jajan

Sementara biaya untuk menabung dan sedekah, memang sekilas tidak mendesak dan tidak penting. Tapi ini termasuk urgent lo, karena efeknya jangka panjang, Anda bisa menomor duakan setelelah prioritas pertama, di paragrap sebelumnya sudah ditunaikan.

Dengan menerapkan cara ini, maka Anda tidak akan tergoda untuk membeli barang dengan harga promo yang ternyata hoax. Ternyata harganya sudah up dulu, baru dikasih promo 99%. Heeee..

Anda juga bisa menghindari pengeluaran diatas dengan metode yang menurut Capitantifus work, misalnya pergi ke kampus tidak usah bawa uang tunai banyak-banyak, dan gak perlu bawa ATM.

Ketika beraktivitas siapkan dulu bekal dari rumah, karena hal ini akan mengurangi biaya jajan Anda di sekolah. Gak perlu malu, demi masa depan yang lebih baik kan? Betul!!

Membawa botol air minum sendiri ketika bepergian juga trik yang ampuh lo. Gak perlu lagi beli air kemasan, wong di rumah tinggal rebus dan tuang gratis kan?

Manfaatkan fasilitas gratis disekitarmu. Misal kalo ada wifi gratis, pakai saja. Lumayan bisa menghemat biaya pulsa paket data kamu, lumayan bisa untuk menghemat uang jajan kamu.

Kemudian kamu juga bisa memulai merintis berjulaan kecil-kecilan, iseng-iseng aja. Meski untung sedikit, ya semua yang besar dari hal sederhana. Siapa tahu nanti jadi entrepreneur kan. Yuk kita mulai hidup hemat, semangat ya!