✓ 8 Pengrajin Lokal Ini Produsen Kain Tenun yang Eksotis

produsen kain tenun

Buat para pencinta nuansa etnik, kain-kain tradisional khas Nusantara pastinya selalu bisa membuatmu jatuh cinta.

Bukan hanya batik, kain tenun yang dimiliki hampir oleh tiap daerah di Indonesia pun tentunya menjadi incaranmu untuk dimiliki, baik yang sudah diproses menjadi beragam pakaian ataupun benda-benda kerajinan ataupun yang masih berbentuk lembaran kain.

Namun, memang mencari kain tenun dalam bentuk lembaran memang agak sulit dibandingkan saat kamu mencari benda-benda handmade yang berbahan kain tenun.

1. Tenun Ikat Gallery

motif kain tenun pengrajin lokal

Di Jakarta pun, ternyata ada pengrajin lokal yang fokus membuat beragam kain tenun dengan alat tenun bukan mesin. JiKA sudah demikian, kamu tidak perlu lagi meragukan nuansa handmade dari kain-kain khas Nusantara tersebut, bukan?

Menamakan dirinya sebagai Tenun Ikat Gallery, di pengrajin lokal ini kamu bisa menjumpai beragam motif tenun dari berbagai daerah di Tanah Air.

Mematok harga kain-kain tenunnya di kisaran Rp 100.000 sampai Rp 250.000 per lembarnya, kamu pasti sependapat bahwa nilai yang ditawarkan pengrajin ini sangat terjangkau.

Dengan harga yang demikian bersahabat, kamu sudah bisa membawa pulang kain tenun dengan ukuran lebar lebih di kisaran 1-1,5 meter dan panjang berkisar 200 cm sampai 250 cm.

Motifnya sendiri beraneka rupa. Kamu bisa memilih kain lurik dengan motif simpel berbahan katun, tenun blangket, hingga tenun rangrang yang terkenal dari Bali.

2. Tenun Ikats Gapuro

Siapa bilang Pulau Jawa hanya memiliki batik sebagai kain khasnya? Buktinya, Jepara yang dikenal denga ukiran jatinya ini pun memiliki jenis kain tenun yang patut dipertimbangkan untuk menjadi koleksimu.

Untuk memilikinya, kamu bisa melihat-lihat koleksi yang dipajang oeh Tenun Ikats Gapuro.

Pengrajin lokal asa Jepara ini memang menjual beragam kain tenun khas daerah tersebut berikut benda-benda turunannya, seperti pakaian dari kain tenun ataupun syal tenun.

Ciri dari tenun Jepara adalah motif khasnya yang menyerupai motif ukiran segitiga yang begitu terkenal.

Kamu pun bisa melihatnya dari beragam koleksi kain tenun lembaran yang dijual oleh Tenun Ikats Gapuro dengan harga Rp 150.000.

Memberikan pilihan warna-warna yang beraneka rupa, dijamin kamu akan bingung sendiri memilih kain tenun mana dari pengrajin ini yang akan menjadi koleksimu.

Tapi, tenang saja, dengan harganya yang sangat terjangkau tersebut, kamu juga bisa kok memborong kain-kain tenun berukuran 2×1 meter dari Tenun Ikats Gapuro ini.

3. Songket Rangrang Lombok Art Shop

kain tenun indonesia

Sesuai namanya, pengrajin lokal asal Mataram, Nusa Tenggara Barat, ini memang menjual kain tenun khas daerah tersebut yang berjenis rangrang. Ya, tidak hanya Bali, Lombok pun memiliki jenis kain tenun khas yang juga disebut kain rangrang. Dengan motif utama yang menyerupai deretan belah ketupat, rasa-rasanya tidak ada orang yang bisa menolak keeksotisan kain tenun khas daerah ini, termasuk kamu tentunya.

Di Songket Rangrang Lombok Art Shop, kamu bisa memilih sendiri motif kain rangrang yang kamu sukai. Ada kain rangrang yang terkesan simpel dengan barisan belah ketupatnya sampai ada yang benar-benar tampak mewah karena ditenun dengan benang emas. Harganya sendiri sesuai dengan motif yang kamu pilih. Semakin rumit motifnya tentu saja harganya semakin tinggi. Untuk selembar kain tenun berukuran lebar sekitar 50-60 cm dan panjang antara 200-380 cm ala Songket Rangrang Lombok Art, dana yang mesti kamu siapkan berkisar Rp 250.000 sampai Rp 675.000. Tentu saja harga ini termasuk murah dibandingkan saat kamu mesti berburu langsung kain tenun ini ke daerah asalnya.

4. Kain Lampung

Pengrajin asal Bandar Lampung ini mungkin yang kamu cari untuk melengkapi koleksimu. Khusus menjual kain tenun khas Lampung, kamu pasti akan berlonjak senang karena sadar bahwa kini tidak sulit menemukan tenun khas daerah ini yang kerap disebut kain tapis. Dibandingkan kain-kain tenun lainnya, tapis terasa begitu unik karena mengandung akulturasi budaya Nusantara dengan Islam di tiap lembarannya, yang tampak melalui tulisan-tulisan kaligrafi yang terdesain indah.

Kain Lampung menjual dua model tapis yang bisa kamu pilih sesuai keadaan kantongmu. Ada kain tapis dengan hiasan kaligrafi sulam berbenang emas yang dipatok dengan harga Rp 850.000. Ukurannya sendiri adalah 100×60 cm. Sementara itu, jika ingin kain dengan harga yang lebih terjangkau, kamu bisa memilih tapis yang berhiaskan tulisan kaligrafi yang dibordirnya. Dengan ukuran yang sama, kain tapis dengan hiasan border ini dijual dengan harga Rp 250.000. Jadi, yang mana pilihanmu?

5. Tenun Ikat Kurniawan

Kalau kamu mencari beragam kain tenun yang pas untuk dijadikan busana, kamu bisa menemukannya di Tenun Ikat Kurniawan. Pengrajin asal Kediri ini menjual beragam kain tenun berjenis ikat dengan aneka motif yang akan membuatmu jatuh cinta. Tidak hanya dari segi desainnya yang ciamik, kecintaan kamu terhadap kain tenun dari pengrajin ini juga bisa didapati dari ukuran dan harganya.

Hanya mematok harga kain tenunnya di angka Rp 175.000, kamu pasti sadar bahwa harga tersebut sangat terjangkau. Apalagi, kain tenun ala Tenun Ikat Kurniawan dikerjakan menggunakan alat tenun bukan mesin. Dengan ukuran panjang 2,5 meter dan lebar 95 cm, kain tenun lembaran ini pun bisa dikreasikan ke dalam bentuk beragam busana pilihanmu. Ditambah lagi, kain-kain tenunnya dibuat dari benang katun sehingga menghasilkan lembaran kain yang tidak panas jika dipakai sebagai pakaian.

6. Dreamdelion

Guna menjalankan misinya memberdayakan dan melestarikan budaya lokal, pengrajin asal Sleman ini dengan cerdik mengaplikasikan kain tenun ke dalam berbagai benda kebutuhan sehari-hari. Ya, di Dreamdelion, kamu bisa menjumpai sepatu dengan paduan kain tenun hingga laptop case yang dibuat dari kain khas Nusantara yang satu ini. Namun, bukan hanya itu, di Dreamdelion pun kamu bisa menambah koleksimu dengan pilihan jenis kain tenun berjenis lurik ataupun kotak-kotak.

Dengan pilihan warna yang beragam, kamu cukup membayar antara Rp 125.000 sampai Rp 135.000 untuk selembar kain tenun jenis ikat ini. Ukurannya sendiri cukup besar, yakni dengan panjang mencapai 5 meter dan lebar 15 cm. Wah, dengan kain tenun sepanjang ini, kamu bisa menjadikannya sebagai syal, stagen, ataupun dijadikan material dasar untuk berbagai benda handmade lainnya.

7. Shavasana Handmade

Bukan hanya jatuh cinta pada panorama alam di Bali, melainkan juga pada budayanya? Jangan mengaku demikian jika kamu belum memiliki kain tenun khas Pulau Dewata. Tidak sulit mencarinya sebab di Shavasana Handmade, tersedia kain tenun lembaran khas Bali yang tampil sangat eksotis. Uniknya, kain tenun khas Bali tersebut dibuat oleh Shavasana yang bermarkas di Bandung.

Selain menjual kain tenun dalam bentuk lembaran, pengrajin lokal yang satu ini juga menjual berbagai macam benda bermaterialkan kain tenun yang sama. Di sini, kamu bisa menemukan tas hingga apron. Harga-harga yang ditawarkan Shavasana Handmade pun terbilang tidak terlalu mahal. Untuk selembar kain tenun dengan motif khas Bali, kamu hanya perlu membayar Rp 300.000.

8. Tenun Ethnic Jepara

produsen kain tenun

Satu lagi pengrajin asal Jepara yang menjual beragam kain batik berbentuk lembaran yang akan membuatmu jatuh cinta. Menamakan diri sebagai Tenun Ethnic Jepara, pengrajin lokal yang satu ini menjual kain tenun beragam motif hingga busana yang dibuat dari bahan dasar kain tenun. Uniknya, Tenun Ethnic Jepara tidak terbatas menjual kain tenun dengan motif khas Jepara. Pengrajin ini nyatanya menghadirkan juga beragam pilihan kain tenun khas berbagai daerah, mulai dari Jawa sampai Kalimantan!

Ukuran kain yang ditawarkan Tenun Ethnic Jepara cukup besar, yaitu 250×110 cm. Dengan ukuran ini, kamu bisa leluasa mengubah kain tenun yang dibuat dengan alat tenun bukan mesin ke dalam berbagai bentuk, mulai dari busana ataupun kreasi lainnya. Harganya pun terbilang bersahabat. Hanya dengan Rp 190.000 sampai Rp 250.000, kamu sudah bisa menambah koleksi tenun ikatmu di rumah dari lembaran kain buatan Tenun Ethnic Jepara.

Memahami Kain Denim, Pengertian Bahan, Perbedaan dengan Jeans & Artinya [Panduan Lengkap]

pengertian denim

1. Istilah Denim Diambil dari Nama Kota di Prancis

Di negara Napoleon Bonaparte tersebut, ada sebuah kota bernama Nimes. Di kota inilah kain denim mulai populernya. Penyebutan namanya juga mengambil nama kota tersebut dalam bahas Prancis, de Nimes.

2. Denim dan Jeans, Samakah?

Banyak orang bingung soal kedua istilah ini. Simpelnya seperti ini, baik denim maupun jeans sama-sama berasal dari jenis katun twill. Hanya saja, denim masih berupa bahan yang dapat diolah ke berbagai produk. Sementara itu, jeans merupakan produk jadi dari denim, seperti celana.

bahan denim adalah

3. Jeans Pun Diambil dari Nama Daerah

Sebutan istilah jeans juga bukan sembarangan diberikan, melainkan diambil dari nama kawasan Genoa. Saat itu, para pelaut Genoa memang memakai kain denim untuk menutupi barang-barang di dermaga karena denim dianggap kuat sehingga mampu melindungi barang-barang tersebut dari terik matahari dan udara dingin.

4. Merupakan Jenis Kain Tenun

Percaya atau tidak, denim itu sebenarnya termasuk jenis kain yang ditenun loh! Menggunakan serat kapas sebagai bahan utamanya, teknik pengerjaan menjadi bahan denim dilakukan dengan cara menenun secara diagonal.

5. Pakaian Khas Para Penambang Amerika

Setelah banyak emas ditemukan di California pada tahun 1848, banyak orang berbondong-bondong menjadi penambang. Mereka pun mencari bahan pakaian yang kuat dan tidak mudah robek. Denim pun menjadi pilihan dengan dibentuk pakaian bermodel overall.

6. Kantong pada Pakaian Denim Pun Jadi Penyimpanan Emas

Pakaian yang dibuat para penambang tersebut sangat kreatif. Mereka bahkan membuat kantong-kantong di sisi-sisi pinggul mereka sebagai tempat menyimpan emas-emas berukuran kecil yang mereka dapat.

denim adalah

7. Ternyata Bukan Levi Strauss yang Awalnya Memproduksi Jeans dari Denim!

Selama ini Levi Strauss terkenal sebagai penggagas dibuatnya celana denim yang hingga kini kepopulerannya tidak berkurang. Namun nyatanya, pedagang asal Jerman ini bukanlah orang pertama yang memproduksi pakaian dari denim, melainkan Jacob Davis, seorang Amerika asal Latvia.

8. 20 Mei Adalah Hari Ulang Tahun Denim

Pada akhirnya, Levi Strauss bersama Jacob Davis bekerja sama membuat industri pakaian dari denim. Mereka pun mendapat hak patern hasil pakaian dari denim tersebut pada 20 Mei 1873. Setiap tanggal itulah yang hingga kini dikenal sebagai peringatan ulang tahun pakaian denim atau jeans.

9. Diperkenalkan sebagai Fashion oleh James Dean

arti denim

Kesan pakaian penambang berangsur hilang ketika seorang aktor Hollywood, James Dean, mengenakan denim dalam filmnya yang berjudul Rebel Without Cause pada 1950-an. Setelah film tersebut, pakaian denim mulai digandrungi anak muda Amerika.

10. Sempat Menjadi Simbol Perlawanan dan Pergerakan

Simbol pada denim ini muncul akibat film yang dibintangi Rebel Without Cause. Pada akhirnya, para pemuda Amerika memakai jeans untuk menunjukkan pemberontakan mereka terhadap sistem yang berlaku. Bahkan pada masa tersebut, pemakaian denim mengalami kontroversial hingga anak-anak yang memakai jenis kain ini ke sekolah dapat diusir dan tidak boleh mengikuti proses belajar-mengajar.

11. Di India Dikenal dengan Sebutan “Dungarees”

apa itu denim

India pun pada mulanya mengenal denim sebagai pakaian khas pekerja. Ya, awak kapal dari daerah Dhunga menjadikan denim sebagai ciri khas seragam kerja mereka. Karena banyak digunakan oleh orang Dhunga, sebutan dungarees pun melekat pada setiap produk busana dari denim.

12. Peringkat Kedua untuk Jenis Busana yang Paling Sering Dicari

Kain denim memang sangat cocok dibuat menjadi celana mapun rompi. Namun, tahukah kamu bahwa ketenaran denim membuat pakaian jeans menempati peringkat kedua di dunia sebagai jenis busana yang paling sering dicari? Hanya kaus santai yang berhasil mengalahkan kepopuleran pakaian dari denim ini.

13. Pewarna Indigo pada Denim Diimpor dari India

Indigo menjadi warna khas yang melekat pada denim. Meskipun mulai dikenal di Prancis dan diproduksi massal sebagai pakaian di Amerika, nyatanya pewarna indigonya diimpor dari India! Yang diimpor tentu saja indigo plant yang biasanya terdapat di negara tropis maupun subtropis.

14. Taiwan Menjadi Produsen Denim Terbesar di Dunia

pengertian denim

Lagi-lagi bukan Prancis maupun Amerika yang menjadi produsen kain denim terbesar untuk jenis kain yang satu ini. Kamu tidak akan menyangka bahwa perusahaan Nien Hsing Textile Co. Ltd menjadi produsen asal Taiwan yang bisa merebut posisi ini. Perusahaan ini mampu menghasilkan 9 juta yard kain denim tiap bulannya dan diekspor ke berbagai negara.

15. Koleksi Tertua Denim dari Levis Laku dengan Harga US$ 150.000

Bayangkan, untuk sebuah jeans tua yang dibuat pada tahun 1879 oleh Levis, seorang pengoleksi denim rela merogoh kocek hingga US$ 150.000. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, harganya mencapai Rp 2 miliar lebih!

Sebagai penggemar denim, kamu jadi tahu sekarang berbagai fakta mengenai jenis kain yang membuat banyak orang jatuh cinta ini. Fakta-fakta di atas tentunya juga bisa membuat kamu makin percaya diri jika ditanya orang-orang soal kisah di balik selembar kain denim atau sebuah busana jeans, bukan?