memulai bisnis online

4 Point yang Diinginkan Pembeli Saat Belanja Online

memulai bisnis online“Gwen, barang pesanan lo dateng lagi nih..,” teriak kurir jasa pengiriman di depan rumahnya. Gwen, 32 tahun, karyawati sebuah perusahaan BUMN ini memang suka sekali belanja online.

Saking seringnya ia belanja online, beberapa kurir jasa pengiriman bahkan jadi mengenalnya dengan baik. Dalam sebulan ia belanja online paling tidak sebanyak 4 kali. Produk yang ia beli umumnya adalah baju, sepatu, tas, hingga baju untuk anaknya.

Bagi Gwen, belanja online sangat praktis dan memudahkan terutama untuk dia yang cukup sibuk. Rutinitas belanja online ini sudah ia lakukan setidaknya empat tahun terakhir.

“Belanja online itu enak soalnya barangnya lucu-lucu, terus juga lumayan murah,” kata wanita berambut pendek ini.

Kami berbincang dengan dua orang yang gemar belanja online, untuk menemukan apa yang sebenarnya mereka harapkan saat belanja online:

Ingin barang cepat sampai

Salah satu hal yang membuat Gwen ketagihan belanja online adalah barang pesanan yang cepat sampai. Dalam hal ini, tentu saja penjual juga diharapkan tanggap dan segera merespon pesanannya.

Ia menuturkan, rata-rata dalam tiga hari produk pesanannya sudah sampai. Hal yang sama juga alasan mengapa Laras suka belanja online.

“Harusnya sih paling lama 3 hari setelah pembayaran sudah sampai ya. Kalau lebih dari itu biasanya udah kapok belanja di situ (toko online) lagi,” kata wanita 30 tahun yang gemar belanja barang fashion dan pernak-pernik ini.

Pelayanan yang baik

cust serviceKecepatan dan keramahan dalam melayani pelanggan rupanya juga jadi perhatian bagi dua wanita ini. Beberapa kali Laras mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat belanja online.

“Biasanya kalau beli dari sis online (red- pedagang online, tanpa pihak perantara) mereka jutek. Nggak ramah dan lama responnya, terus kalau kita nanya suka jarang dijawab.

Terus kalau kita complain juga nggak ditangani dengan baik. Itu sih yang bisa bikin kapok belanja” cerita Laras.

Kemasan yang cantik, perlukah?

Terkait soal kemasan, Gwen dan Laras memiliki pendapat yang sama. Yakni kerapihan dan kekuatannya dalam menjaga produk yang dipesan.

“Sebisa mungkin sih packagingnya yang rapi dan barangnya tidak rusak saat sampai di rumah,” ujar Gwen. Namun dia menambahkan bila kemasan yang cantik juga bisa menjadi nilai plus dari belanja online.

“Biasanya kalau packingnya lucu rasanya tuh kaya dikasih hadiah, padahal kan kita beli sendiri ya. Terus juga kalau lucu kan bisa diposting di sosmed,” tambahnya.

Keakuratan produk

Salah satu poin yang penting dari belanja online adalah akurasi dari gambar dan barang yang sebenarnya. Dalam sebuah kesempatan, Laras pernah merasakan pengalaman buruk soal ini.

“Di gambar warnanya hitam agak kecoklatan, tapi dideskripsi warnanya abu-abu. Yang datang ternyata benar warna abu-abu. Agak kecewa sih, karena fotonya menipu,” cerita wanita berkacamata ini.

Selain tepat dari segi deskripsi produk, penting juga untuk memastikan barang yang dikirim adalah sesuai dengan pesanan. Meski terdengar klise, nyatanya kesalahan pengiriman produk masih saja dirasakan oleh pembeli. “Pernah juga beli baju untuk anak, pesen yang model apa, eh datengnya yang model lain. Kalau kaya gini kan repot mesti balikin segala, jadi agak males kalau pesen lagi ke toko itu,” tutur Gwen.

Nah, 4 poin di atas adalah hal dasar yang diinginkan oleh pembeli. Sudahkah Anda menerapkannya?